Demam Berdarah masih menjadi fokus utama penyakit tular vektor di Indonesia. Upaya pengendalian nya pun dilakukan dengan berbagai metode. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memberikan kesempatan untuk mengembangkan metode pengendalian vektor Demam Berdarah melalui inovasi rekayasa nyamuk sebagai vektor Demam Berdarah. Bagaimana perkembangan terkini pengembangan metode ini, simak paparan para ahli dalam Webinar Seri-4 Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia PEKI Cabang Sumatera Selatan bersama Direktorat P2PTVZ Kemenkes RI dan WHO Indonesia dengan tema :

REKAYASA NYAMUK SEBAGAI INOVASI PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH

Tg 11 Juli 2020,  Pukul 09.00-11.00 WIB

Sambutan : Ketua Umum PEKI
Pembukaan : Direktur P2PTVZ

Pembicara :
1. Drs. Totti Tjiptosumirat, M.Rur.Sci, Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Batan
Materi : Pemanfaatan Teknik Serangga Mandul (TSM) untuk Pengendalian Demam Berdarah

2. Warsito Tantowijoyo, Ph.D (Word Mosquito Program-Yogyakarta)
Materi : Pemanfaatan Nyamuk ber-Wolbachia untuk Pengendalian Demam Berdarah

Penutupan : Kepala BTKLPP Palembang
Moderator: Prof. dr. Chairil Anwar, DAP&E, Ph.D
MC : Kacab PEKI Sumsel

GRATIS
Akreditasi PEKI : 2 SKP

Robiatul A,SKM,MPH (08985164675)
Didit H,SKM,M.Biomed (081273195418)
Lucky M, SKM  (081368811071)
Fajar Isnaini,SKM (081805676777)

Pendaftaran online : https://who.zoom.us/webinar/register/WN_sc5dBZKqSp-8jSmkWmpccA

5 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *